Inspiratsi – Kehadiran seorang bayi dalam keluarga tentunya memberikan kebahagiaan tersendiri. Namun, kebahagiaan menyambut si mungil itu belum tentu dirasakan bagi mereka yang tidak menginginkannya. banyak orang tua yang justru meninggalkan bayinya seorang diri di dunia yang keras ini. 

Tapi apa yang dilakukan oleh remaja 20 tahun asal bali ini sungguh mulia, Ia terpanggil hatinya untuk menampung dan merawat bayi-bayi kurang beruntung itu. 

Ia adalah Maggha Karaneya, di usianya yang masih tergolong muda kini telah memiliki yayasan khusus bayi terlantar.

Maggha berasal dari garis panjang filantropis Neneknya Ibu Erlina Kang terkenal di masyarakat Bali atas sumbangan amal untuk berbagai tujuan, dan orang tuanya Cahyadi dan Vivi telah melibatkan 3 anak perempuan mereka dalam kegiatan amal sejak usia yang sangat muda. Alih-alih memanjakan para gadis dalam pesta ulang tahun yang rumit, Cahyadi dan Vivi akan membawa mereka ke rumah orang-orang yang kurang beruntung dan merayakannya dengan sumbangan makanan, misi mereka adalah membimbing putri mereka untuk menjadi manusia yang penuh kasih dan bersyukur.

Berawal dari keprihatinan terhadap kurang baiknya fasilitas di sejumlah tempat penampungan bayi-bayi terlantar, ia terketuk hatinya untuk membuka Yayasan Metta Mama Maggha saat usianya masih 14 tahun.

Resmi berdiri pada tahun 2015, yayasan ini telah berhasil menyelamatkan 42 bayi. Sekitar 11 bayi sudah dikembalikan pada orangtuanya, 16 telah diadopsi, dan 15 masih tinggal di yayasan. Kesehatan mereka pun terjamin karena ada 12 bidan yang standby 24 jam/tiga kali shift satu hari.

Maggha mengatakan ada bayi yang diketemukan di sampah, di kardus dan tidak diketahui orangtunya. Oleh warga yang menemukan dilaporkan ke polisi, polisi merujuk ke rumah sakit. Dan, rumah sakit melaporkan ke dinas sosial. Selanjutnya dinas sosial akan mengarahkan ke yayasan.

Kini lima tahun sudah ia merawat semua bayi yang ada di Metta Mama & Maggha. ia berharap kedepannya tidak akan ada lagi kasus pembuangan bayi di Bali. Maggha menyayangkan kasus-kasus penelantaran bayi yang berakhir tragis karena terlambat ditolong dan akhirnya harus berpulang pada Yang Kuasa.

Maggha sangat berharap tak ada lagi orangtua yang menelantarkan bayinya, apalagi di jalan yang sangat penuh risiko jika terlambat tertolong bisa berpulang. Kalaupun sangat tidak mungkin merawat anaknya. jalan terakhir ya dititipkan. Lebih baik jika diserahkan ke yayasannya, maka iadan keluarga besar yayasan akan merawat mereka. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here